Sifat Nabi Muhammad. SAW

Published Juli 8, 2012 by ANNA BUDI WINATA

Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yang
terpuji Tentang sifat terpuji Nabi
Muhammad saw, pada masa sebelum diangkat dan menjadi nabi dan rasul Allah, sudah tampak kelihatan dengan nyata,diakui oleh segenap penduduk dikta mekah terutama oleh para family
dan teman yang pernah bergaul dengan beliau. Sejak beliau masih kecil sampai dewasa
dan selanjutnya sampai beliau
berkeluarga dan mempunyai anak, beliau murni dari kelakuan atau perbuatan yang
biasa dilakukan oleh masyarakat
mekkah pada saat itu yaitu perbuatan jahiliyah dan perbuatan- perbuatan tercela lainnya.
Beliau adalah seseorang yang berbudi luhur dan berhati mulia. Berikut beberapa
budi luhur yang dimiliki oleh Nabi
Muhammad : Beliau terkenal sebagai
orang pemalu, pendiam dan rendah hati.
Beliau seorang yang peramah, sopan
santun dan tenang. Beliau seorang yang sabar, tahan uji, dan berani menderita.
Beliau adalah seorang yang tabah hati,
tahan marah, dan tahan dendam. Beliau
adalah seorang yang yang terkenal jujur,
bisa dipercaya, jujur dalam perkataan
dan perbuatan, serta sangat jauh dari sifat pendusta atau pembohong. Beliau
adalah orang yang suka menghormati
orang yang lebih tua dan mengasihi
orang yang lebih muda. Beliau adalah
orang yang suka berterima kasih, suka
membalas jasa. Serta masih banyak lagi sifat-sifat terpuji
Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad
berdagang Setelah kematian kakeknya
yaitu Abdul Muthalib, Muhammad tinggal
bersama pamannya yaitu Abu Thalib
yang berprofesi sebagaimana kebanyakan pemimpin quraisy lainnya
yaitu berdagang. Sebab berdagang
merupakan pendapatan utama penduduk
kota mekkah. Dengan demikian,
Muhammad tumbuh dewasa dibawah
asuhan pamannya yaitu Abu Thalib dan harus belajar mengenai bisnis
berdagang dari pamannya.
Pada waktu itu dikota mekkah ada
seorang perempuan yang terkenal
dengan kekayaannya,
kebangsawanannya, dan dia termasuk seorang pedagang besar di kota mekkah.
Dan pada waktu itu dia adalah seorang
janda karena suaminya telah meninggal
dunia. Ada pun namanya adalah
Khadijah.
Ketika Abu Thalib mendengar berita bahwa khafilah-khafilah quraisy yang
memperniagakan perniagaan khadijah
sudah hampir masanya diberangkatkan
kenegeri syam, Abu Thalib menemui
khadijah serta mengajukan permohonan
untuk keponakannya yaitu Muhammad. Oleh khadijah pun permohonan
Muhammad sebagai agen perniagaannya
diterima dengan senang hati. Muhammad
menjalankan bisnis perdagangan dari
modal yang diberikan khadijah.
Muhammad bersama agen- agen yang lain melakukan perdagangan dibeberapa
pasar diarab. Keuntungan yang diperoleh
pun cukup besar. Muhammad dikenal
sebagai pedagang yang profesional
karena sifatnya yang siddiq (jujur) dan
Amin (terpercaya) dalam berdagang. Nabi Muhammad berkeluarga Setelah
kepulangan Nabi dari tempat- tempat
perniagaannya, khadijah seorang janda
yang tidak lain adalah orang yang
memberi modal kepada Nabi kagum
terhadap Nabi oleh ssebab itu pada suatu hari, khadijah menyuruh seorang budak
perempuan yang dipercayanya untuk
menemui Nabi Muhammad yang mana
tujuannya adalah untuk menyampaikan
segala sesuatu yang menjadi isi hati
khadijah terhadap beliau. Setelah Nabi Muhammad menerima uraian keinginan
khadijah, beliau hanya menjawab bahwa
beliau belum dapat mengambil
keputusan sebelum mendapat
pertimbangan dari pamannya. Nafisah,
orang kepercayaan khadijah itu menemui Abu Thalib dan membicarakan hal
tersebut. Kemudian pada suatu hari, Abu
Thalib bersama Nabi Muhammad pergi
menemui khadijah Amer Ibnu Asad
karena ayah khadijah telah wafat.
Kedatangan Abu Thalib ini untuk memperbincangkan keinginan khadijah
terhadap pribadi Nabi Muhammad. Oleh
Amer Ibnu Asad diterima dengan baik
dan dia tidak keberatan terhadap
perjodohan antara khadijah dan
Muhammad asal saja kedua belah pihak saling mencintai. Tidak lama kemudian
setelah beberapa hal dibicarakan dengan
masak oleh kedua belah pihak,
dilangsungkanlah pernikahan antara Nabi
Muhammad saw
dan khadijah. Pada saat itu Nabi berusia 25 tahun sedangkan khadijah berumur 40
tahun. Pernikahan dilangsungkan dengan
meriah dirumah mempelai wanita dan
disaksikan oleh segenap family dari
kedua belah pihak. Diantaranya family
Nabi Muhammad yang datang mengantarkan adalah Abu Thalib dan
Hamzah (kedua orang paman beliau) dan
family khadijah yang datang dan sebagai
wakil orang tuanya adalah Amer Ibnu
Asad dan Waraqah Bin Naufal. Dari
pernikahan Nabi Muhammad dengan khadijah kedua belah pihak merasakan
kebahagiaan yang begitu besar. Menurut
riwayat, selama sepuluh atau dua belas
tahun dari pernikahan khadijah dan nabi
Muhammad itu kemudian mereka
dikaruniai enam orang anak, yaitu dua orang laki-laki dan empat orang
perempuan. Ada pun lebih jelasnya
sebagai berikut:
Al-Qasim, putra sulung. Al-Qasim
meninggal dunia pada umur dua tahun.
Zainab. Dia ini dikemudian hari setelah dewsa diperistri oleh Abul Ash bin Arrab
dan beliau meninggal dunia dimadinah
pada tahun ke-8 dari hijriyah. Abdullah,
meninggal dunia pada waktu kecil.
Ruqayyah, setelah dewasa diperistri oleh
Utbah bin Abi Lahab lalu diceraikan. Kemudian diperistri oleh sahabat Utsman
bin Affan, lalu beliau meninggal dunia
pada tahun ke-2 hijriyah. Ummu Kalsum,
setelah dewasa diperistri oleh Utbah bin
Abi Lahab lalu diceraikan. Kemudian
setelah ruqayyah meninggal dunia lalu Ummu Kalsum diperistri oleh sahabat
Utsman bin Affan. Ia meninggal dunia
dimadinah pada tahun kesembilan
hijriyah. Fatimah, setelah dewasa
diperistri oleh sahabat Nabi Muhammad
yaitu Ali bin Abi Thalib. Ia meninggal dunia pada tahun ke-11 dari hijrah Nabi.
Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul.
Setelah lebih dari sepuluh tahun Nabi
Muhammad saw menikah dengan
khadijah dan sebagai buah pernikahan itu
beliau dikaruniai enam orang anak, fikiran beliau bertambah mendalam lagi
dalam memikirkan dan merenungkan
segala sesuatu yang terjadi dalam
lingkungan umat manusia yang ada
disekeliling beliau. Beliau melihat dan
mendengar orang-orang yang memperbincangkan kepercayaan dan
agama yang dianut umat pada masa itu,
yaitu agama yang bertuhankan dewa,
patung berhala, batu-batu, dan kayu-
kayu. Kemudian Nabi Muhammad saw
berkhalwat digua hira untuk mencari kebenaran yang hakiki. Setelah berulang-
ulang Nabi saw berkhalwat digua hira
dalam tempo beberapa bulan, pada suatu
malam, didalam tidur beliau bermimpi
melihat cahaya terang seperti cahaya
terang cuaca waktu shubuh. Karena itu, beliau bertambah gemarberkhalwat dan
ber-tahannuts digua hira tersebut.
Setelah enam bulan lamanya beliau
berkhalwat dan bertahannuts digua hira
tersebut, usia beliau dikala itu sudah
masuk tahun yang keempat puluh. Pada suatu malam, ditengah malam yang
gelap gulita Nabi saw sedang tertidur
nyenyak seorang diri didalam gua hira
tersebut, kemudian beliau kedatangan
seseorang yang belum pernah
dikenalnya. Dengan kedatangan yang sangat mengejutkan dan menakutkan
sahingga membangukan beliau, dan
seketika itu juga orang itu berkata
dengan suara keras kepada beliau,
“Gembiralah, ya Muhammad! Saya jibril
dan engkau adalah rasul Allah kepada umat ini”.
Orang itu menunjukkan sehelai tulisan,
lalu memerintahkan kepada beliau
supaya membaca tulisan itu seraya
berkata: “Bacalah olehmu, ya
Muhammad!”. Dengan terperanjat beliau menjawab, “Saya tidak dapat
membaca”. Orang itu lalu memegang
diri beliau sambil memeluknya dengan
sekeras-kerasnya, kemudian
dilepaskannya sambil berkata
lagi, “Bacalah olehmu, ya Muhammad!”. Beliau menjawab, “Saya
tidak dapat membaca”. Orang itu
memegang diri Nabi kembali sambil
memeluknya dengan kerasnya, sehingga
beliau merasa seakan-akan nafasnya
akan putus, lantas dilepaskannya kembali dan berkata lagi, “Bacalah
olehmu, ya Muhammad!”. Beliau
menjawab, “Saya tidak dapat
membaca”.
Orang itu lalu memegang diri beliau lagi
sambil memeluknya dengan sekeras- kerasnya, sehingga beliau merasa
tubuhnya sangat letih dan nafasnya akan
putus, lantas dilepaskan lagi dan
berkata,”Bacalah (olehmu ya
Muhammad) dengan menyebut nama
Tuhanmu yang telah dibacakan oleh orang yang belum pernah dikenal dan
yang mengaku bernama jibril itu.
Demikianlah riwayat pertama kali Nabi
saw, menerima wahyu dari hadirat Allah,
yang diantarkan dan disampaikan
kepada beliau dengan perantara malaikat jibril. Pada malam hari itulah
beliau menerima pengangkatan dan
penempatan dari hadirat-Nya menjadi
Nabi dan rasul-Nya yang terakhir, untuk
menyampaikan risalah-Nya kepada
segenap umat manusia dan sebagai rahmat bagi alam semesta. Nabi
Muhammad saw berdakwah Dakwah
Nabi Muhammad saw yaitu seruan
kepeda seluruh umat untuk memilih
islam. Seruan ini ada yang secara diam-
diam dan ada pula yang secara terang- terangan. Seruan Nabi secara diam-diam
Beliau memulai dakwahnya dengan cara
sembunyi-sembunyi. Seruan beliau yang
pertama kali ditujukan kepada orang-
orang yang serumah dengan beliau, yang
kedua kali ditujukan kepada orang-orang yang bersahabat baik dan kenal dekat
dengan beliau dan ketiga kali ditujukan
kepada orang yang berhubungan agak
dekat. Tempat yang dipilih Nabi untuk
berdakwah adalah rumah sahabat Al-
Arqam bin Abil Arqam Al-Makhzumi. Seruan Nabi secara terang-terangan
Kurang lebih tiga tahun lamanya seruan
Nabi saw. dilakukan secara sembunyi-
sembunyi. Beliau sendiripun
mengerjakan ibadah secara sembunyi
hingga pada suatu hari beliau menerima wahyu, sebagai berikut :
Surat Al-Hijr : 94-95 Artinya: “Maka
sampaikanlah olehmu secara terang-
terangan segala apa yang diperitahkan
(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-
orang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan)
orang-orang yang memperolok-olokkan
kamu”.
Kemudian diterima lagi wahyu yang
berbunyi, “Dan berilah peringatan
kepada kerabat-kerabatmu yang dekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap
orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu
orang-orang yang beriman. Bila mereka
mendurhakaimi maka katakanlah
“Sesungguhnya aku tidak bertanggung
jawab terhadap apa yang kamu kerjakan”. (asy- Syu’araa’:214-216).
Seruan secara terang-terangan ini
dilakukan dikaki gunung shafa. Yang
dihadiri oleh sanak saudara (family)
beliau. tekanan dan ancaman kaum
quraisy terhadap Nabi Muhammad saw Dalam menyiarkan perintah Allah, Nabi
Muhammad mendapat berbagai caci
maki, celaan, hinaan, serta dakwaan
sebagai penipu, pembohong, penyesat
manusia dan sebagainya dari pemimpin
quraisy, seperti Abu Lahab dan dan kawan-kawannya. Pemuka-pemuka
quraisy yang merintangi dakwah Nabi
Muhammad saw. Pemuka-pemuka
quraisy termuka yang meritangi Nabi
Muhammad saw dalam berdakwah
adalah Abu Lahab (Abu Uzza), Abu jahal (Amr bin Hisyam), Umar ibnul Khaththab
(sebelum masuk islam), Uqbah bin Abi
Mu’aith, Aswad bin Abdul Muththalib,
Ash bin wail, Walid bin Mughirah, Nadhar
bin harits, Aswad bin Abdi jaghuts,
Hakam bin Abil Ash, Abu Sufyan bin Harb (sebelum masuk islam), dan Ummu jamil
(istri Abu Lahab). Hasutan Abu Lahab dan
istrinya Abu Lahab dan Ummu jamil
istrinya menghasut penduduk kampung.
Hasutan itu berupa menjelek-jelekan
Muhammad seperti Muhammad itu jahat, Muhammad itu orang muda yang otaknya
sudah miring, Muhammad itu pendusta
besar, penyesat orang banyak, pembuat
keributan orang-orang
tua, serta pembuat keonaran orang
banyak, semua yang diserukan oleh Muhammad itu bohong, cerita kosong,
sekali-kali jangan dipercaya sebab jika
dipercaya tentu akan menyengsarakan.
Itulah hasutan mereka terhadap Nabi
Muhammad. Penghinaan Abu Lahab
kepada Nabi Muhammad Abu Lahab didepan orang ramai dia berkata : “Itu
cucu Abdul Muthalib yang
bernama Muhammad yelah mengaku
menerima wahyu dari langit, lantas dia
mencela sesmbahan kita, mencaci maki
agama kita, dan agama yang dipeluk para leluhur kita dahulu, membodoh-
bodohkan orang pandai kita, dan
menghinakan apa-apa yang kita puja dan yang dipuji oleh nenek kita dahulu,
mengatakan bahwa orang-orang tua kita itu telah mati sesat”

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 536 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: