Sejarah Sunan Kudus

Published Juni 24, 2012 by ANA BUDI WINATA

Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra
pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah
(adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng
Maloka. Disebutkan bahwa Sunan
Ngudung adalah salah seorang putra
Sultan di Mesir yang berkelana hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun
diangkat menjadi Panglima Perang Sunan
Kudus banyak berguru pada
Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana
ke berbagai daerah tandus di Jawa
Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun
meniru pendekatan Sunan Kalijaga:
sangat toleran pada budaya setempat.
Cara penyampaiannya bahkan lebih
halus. Itu sebabnya para wali –yang
kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya
pemeluk teguh-menunjuknya. Cara Sunan
Kudus mendekati
masyarakat Kudus adalah dengan
memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan
Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang
dan pancuran/padasan wudhu yang
melambangkan delapan jalan Budha.
Sebuah wujud kompromi yang
dilakukan Sunan Kudus. Suatu waktu, ia
memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan
tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja
menambatkan sapinya yang diberi
nama Kebo Gumarang di halaman
masjid. Orang-orang Hindu yang
mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar
penjelasan Sunan Kudus tentang surat
Al Baqarah yang berarti “sapi
betina”. Sampai sekarang, sebagian
masyarakat tradisional Kudus, masih
menolak untuk menyembelih sapi. Sunan Kudus juga menggubah cerita- cerita
ketauhidan. Kisah tersebut
disusunnya secara berseri, sehingga
masyarakat tertarik untuk mengikuti
kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang
tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan
Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan
Kudus mengikat masyarakatnya. Bukan
hanya berdakwah seperti itu
yang dilakukan Sunan Kudus.
Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan
Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di
bawah kepemimpinan Sultan Prawata,
bertempur melawan Adipati Jipang, Arya
Penangsang.
(Dikutip dari sebuah blog : Atif HidayaT)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: