Tobatnya Nabi MUSA. A.S

Published Juli 7, 2012 by ANA BUDI WINATA

Tobatnya Nabi Musa as. Ketika Musa
mendengar firman Allah Azza Wajalla,
dia ingin sekali melihat-Nya. Dia pun
berkata, “Ya Tuhanku, nampakkanlah
diri (Engkau) kepadaku agar aku dapat
melihat Engkau”, Tuhan berfirman, “Kamu sekali-kali tidak
sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit
itu. Maka jika ia tetap ditempatnya
(sebagai sedia kala) niscaya kamu dapat
melihat- Ku.” (QS. Al-A’raf: 143)
Muhammad bin Ishaq berkata: Salah seorang kupercaya bercerita
kepadaku,”Allah SWT telah
berfirman,”Wahai putra Imran!
Sesungguhnya tidak ada seorangpun
yang sanggup melihat-Ku, kemudian ia
tetap hidup.” Musa berkata,”Tuhan-ku tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya
melihat-Mu kemudian mati lebih baik aku
sukai daripada aku hidup dan tak pernah
melihat-Mu. Tuhan-ku, sempurnakanlah
nikmat, anugrah, dan kemurahan-Mu
kepadaku dengan mengabulkan permintaanku ini, dan aku rela mati
setelah itu.” Dia [Muhammad bin Ishaq]
berkata: Dan diberitahukan kepada kami
oleh Juwaibir dari Ad-Dlahhak dari Ibnu
Abbas ia berkata : Ketika Allah yang
Maha Penyayang terhadap makhluk-Nya mengetahui keinginan keras Musa untuk
dikabulkan permohonannya, Dia
berfirman, “Pergilah, lalu lihatlah batu
yang ada di puncak bukit itu, dan
duduklah diatasnya, sungguh Aku akan
menurunkan bala tentara-Ku kepadamu.” Musa pun melakukannya.
Ketika Musa telah berada di atasnya,
Allah memperlihatkan kepadanya bala
tentara dari tujuh lapis langit. Kemudian
Ia memerintahkan para malaikat
penghuni langit dunia agar memperlihatkan diri kepada Musa.
Mereka pun berlalu dihadapan Musa as
dengan suara-suara keras penuh tasbih
dan tahlil, bagaikan suara guntur
menggelegar dasyat. Kemudia
memerintahkan kepada malaikat penghuni langit kedua agar
menampakkan diri kepada Musa, lalu
mereka melakukannya. Mereka tampil
dihadapan Musa dengan berbagai macam
bentuk, beraneka ragam rupa. Di antara
mereka ada yang berupa singa, mengumandangkan dengan keras suara-
suara bertasbih. Musa menjadi ketakutan
dan berkata, “Ya Tuhanku, aku sungguh
menyesal atas permintaanku. Tuhanku,
sudikah Engkau menyelamatkan aku dari
tempat aku berdiri?” Pimpinan para malaikat itu berkata, “Wahai Musa!
Sabarlah atas apa yang kau pinta, karena
yang kau lihat ini baru sebagian kecil
saja.” Kemudian Allah SWT
memerintahkan para malaikat penghuni
langit ketiga agar turun memperlihatkan diri kepada Musa. Maka muncullah para
malaikat yang tak terhitung jumlahnya
dalam berbagai bentuk. Ada yang
berbentuk seperti kobaran api yang
menyala- nyala. Teriakan tasbih dan tahlil
mereka bergemuruh. Maka semakin bertambahlah pada diri Musa rasa takut,
buruk sangka dan berputus asa untuk
hidup. Pimpinan dari malaikat pun berkat,
“Wahai anak Imran! Bersabarlah hingga
engkau melihat sesuatu yang kau tidak
sanggup melihatnya.” Kemudian Allah wahyukan kepada para malaikat
penghuni langit keempat agar turun
kepada Musa dengan bertasbih, lalu
mereka turun. Warna-warna mereka
seperti kobaran api dan seluruh bentuk
mereka seperti salju [es]. Mereka mengumandangkan tasbih dan taqdis
dengan suara keras yang tidak sama
dengan suara-suara yang terdahulu.
Pemimpin malaikat itu berkata, “Wahai
Musa! Bersabarlah atas apa yang telah
engkau pinta. “Demikianlah penghuni setiap langit sampai langit ketujuh,
mereka turun kepada Musa dengan
berbagai macam rupa dan beraneka
ragam bentuk badan. Para malaikat
datang dengan cahayanya yang
menyilaukan setiap pandangan. Mereka membawa tombak. Tombak itu bagaikan
batang korma yang besar dan panjang,
seakan-akan api yang sangat terang
melebihi terangnya matahari. Musa as
menangis dengan suara keras sambil
berkata, : Wahai Tuhanku! Ingatlah aku dan jangan lupakan diriku adalah hamba-
Mu. Kukira aku tidak akan selamat dari
tempat ini. Jika aku keluar, aku akan
terbakar dan jika aku tetap disini, aku
pasti akan mati.” Pemimpin malaikat
berkata, “Dirimu nyaris dipenuhi rasa ketakutan dan hatimu nyaris terlepas.
Inilah dudukmu untuk melihat-Nya.” Dia
(yg menceritakan kisah ini) berkata:
Turunlah Jibril, Mikail,Israfil dan para
malaikat penghuni tujuh lapis, dan para
penyangga Arsy dan Kursi. Mereka datang kepada Musa dan berkata,
“Wahai orang yang telah berbuat
kesalahan fatal! Apa gerangan yang
telah membuatmu naik ketempat ini! Dan
bagaimana kau berani memohon kepada
Tuhanmu untuk dapat melihat- Nya?” Musa menangis, kedua lututnya
berbenturan karena gemetar dan
persendian- persendiannya seakan
terlepas. Ketika Allah Azza Wajalla
melihat keadaan hambanya yang
demikian, Dia perlihatkan kepadanya tiang penyangga Arsy, lalu dia bersandar
padanya, maka tenanglah hatinya.
Kemudian Israfil berkata kepadanya,
“Wahai Musa! Demi Allah,
sesungguhnya kami pemimpin para
malaikat, belum pernah mengangkat pandangan kami ke arah Arsy semenjak
kami diciptakan, karena takut. Lalu apa
yang emaksamu untuk melakukan ini,
wahai hamba yang lemah.” Musa pun
berkata, “Wahai Israfil! Dia sudah dalam
keadaan tenang- aku sangat ingin mengetahui sebagian keagungan
Tuhanku yang belum kuketahui”
Kemudia Allah Azza Wajalla
memberitahukan kepada tujuh lapis
langit, “Sesungguhnya Aku akan
menampakkan diri di bukit.” Maka bergetarlah langit, bumi, gunung- gunung,
matahari, bulan, bintang- bintang, awan,
surga, neraka, para malaikat, dan laut-
laut, mereka semua bersujud, sedang
Musa melihat ke arah bukit. “Tatkala
Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu
hancur luluh dan Musa pun jatuh
pingsan” (QS. Al- A’raf: 143). Seakan-
akan mati karena pancaran cahaya
Rabbul Izzah Jalla Wa’ala. Dia terjatuh
dari batu itu, dan batu itu sendiri terbalik di atasnya lalu menjadi semacam kubah
yang melingkupinya agar dia tidak
terbakar. Al-Hasan berkata: Maka Allah
SWT mengutus jibril as, lalu
menggulingkan batu itu dari Musa dan
membangunkannya. Kemudian Musa berdiri dan berkata, “Maha suci Engkau,
aku bertobat kepada-Mu” (QS. Al-
A’raf:143, dari permohonanku, “Dan
akulah orang yang paling pertama
beriman” (QS. Al- A’raf:143). Artinya:
Akulah orang pertama yang beriman bahwa tidaklah seorang mampu melihat
kepada-Mu kecuali dia pasti mati. Dan ada
yang mengatakan: aku adalah orang
pertama yang beriman bahwa tidak ada
seorang pun yang dapat melihat-Mu di
dunia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: