KISAH NABI SALEH. AS. . . Dan KAUM TSAMUD

Published Juli 8, 2012 by ANA BUDI WINATA

NABI SALEH. . . Tsamud adalah nama
suatu suku yang oleh sementara ahli
sejarah dimasukkan bahagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam
bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama ” Alhijir ”terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah
sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran
mereka terhadap dakwah dan risalah
Nabi Hud A.S. Kemakmuran dan
kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud.Tanah- tanah yang subur yang memberikan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah- indah, bangunan
rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari
gunung.Semuanya itu menjadikan
mereka hidup tenteram ,sejahtera dan bahgia, merasa aman dari segala gangguan alamiah dan
bahawa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka. Kaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan Mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan puja, kepadanya mereka berqurban, tempat mereka minta perlindungan dari segala bala dan musibah dan mengharapkan
kebaikan serta kebahagiaan.Mereka
tidak dpt melihat atau memikirkan lebih jauh dan apa yang dapat mereka jangkau dengan pancaindera. Nabi Saleh Berdakwah Kepada Kaum Tsamud. Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan hamba-hamba_Nya berada dalam kegelapan terus-menerus tanpa diutusnya nabi pesuruh disisi-Nya untuk memberi penerangan dan memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat ke jalan yang benar. Demikian pula Allah tidak akan menurunkan azab dan seksaan kepada suatu umat sebelum mereka diperingatkan dan diberi petunjukkan oleh-Nya dengan perantara seorang yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasul-Nya. Sunnatullah ini. Berlaku pula kepada kaum Tsamud, yang kepada mereka telah diutuskan Nabi Saleh seorang yang telah dipilih- Nya dari suku mereka sendiri, dari keluarga yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik pandai, rendah hati dan ramah-tamah dalam pergaulan.Dikenalkan oleh Nabi Saleh kepada Tuhan yang sepatut mereka sembah, Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang telah mencipta mereka, menciptakan alam sekitar mereka, menciptakan tanah-tanah yang subur yang menghasilkan bahan-bahan keperluan hidup mereka, mencipta binatang-binatang yang memberi manfaat dan berguna bagi mereka dan dengan demikian memberi kepada mereka kenikmatan dan kemewahan hidup dan kebahagiaan lahir dan batin.Tuhan Yang Esa itulah yang harus mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu gunung yang tidak berkuasa memberi sesuatu kepada mereka atau melindungi mereka dari ketakutan dan bahaya. Nabi Saleh memperingatkan mereka bahwa ia
adalah seorang daripada mereka, terjalin antara dirinya dan mereka ikatan keluarga dan darah. Mereka adalah kaumnya dan sanak keluarganya dan dia
adalah seketurunan dan sesuku dengan mereka. Ia mengharapkan kebaikan dan kebajikan bagi mereka dan sesekali tidak akan menjerumuskan mereka ke dalam
hal-hal yang akan membawa kerugian, kesengsaraan dan kebinasaan bagi mereka. Ia menerangkan kepada
mereka bahwa ianya adalah pesuruh dan utusan Allah, dan apa yang diajarkan dan didakwahkan kepada mereka adalah amanat Allah yang harus dia sampaikan
kepada mereka untuk kebaikan mereka semasa hidup mereka dan sesudah mereka mati di akhirat kelak. Ia mengharapkan kaumnya mempertimbangkan dan memikirkan
sungguh-sungguh apa yang ia serukan dan anjurkan dan agar mereka segera
meninggalkan persembahan kepada
berhala-berhala itu dan percaya beriman kepada Allah Yang Maha Esa seraya bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya atas dosa dan perbuatan syirik yang selama ini telah mereka lakukan.Allah
maha dekat kepada mereka
mendengarkan doa mereka dan
memberi ampun kepada yang salah bila dimintanya. Terperanjatlah kaum Saleh mendengar seruan dan dakwahnya yang bagi mereka merupakan hal yang baru yang tidak diduga akan datang dari
saudara atau anak mereka sendiri.Maka serentak ditolaklah ajakan Nabi Saleh itu seraya berkata mereka
kepadanya :”Wahai Saleh! Kami
mengenalmu seorang yang pandai,
tangkas dan cerdas, fikiranmu tajam dan pendapat serta semua pertimbangan mu selalu tepat. Pada dirimu kami melihat tanda-tanda kebajikan dan sifat-sifat
yang terpuji. Kami mengharapkan dari engkau sebetulnya untuk memimpin kami menyelesaikan hal-hal yang rumit yang kami hadapi, memberi petunjuk dalam soal-soal yang gelap bagi kami dan menjadi ikutan dan kepercayaan kami di
kala kami menghadapi krisis dan
kesusahan.Akan tetapi segala harapan itu menjadi meleset dan kepercayaan kami kepadamu tergelincir hari ini dengan tingkah lakumu dan tindak tandukmu yang menyalahi adat-istiadat
dan tatacara hidup kami. Apakah yang engkau serukan kepada kami? Engkau menghendaki agar kami meninggalkan persembahan kami dan nenek moyang kami, persembahan dan agama yang telah menjadi darah daging kami menjadi
sebahagian hidup kami sejak kami
dilahirkan dan tetap menjadi pegangan
untuk selama-lamanya.Kami sesekali
tidak akan meninggalkannya karena
seruanmu dan kami tidak akan mengikutimu yang sesat itu. Kami tidak
mempercayai cakap-cakap kosongmu
bahkan meragukan kenabianmu. Kami
tidak akan mendurhakai nenek moyang
kami dengan meninggalkan
persembahan mereka dan mengikuti jejakmu.” Nabi Saleh memperingatkan
mereka agar jangan menentangnya dan
agar mengikuti ajakannya beriman
kepada Allah yang telah mengurniai
mereka rezeki yang luas dan
penghidupan yang sejahtera. Diceritakan kepada mereka kisah kaum-kaum yang
mendapat seksa
dan azab dari Allah karena menentang
rasul-Nya dan mendustakan risalah-Nya.
Hal yang serupa itu dpt terjadi di atas
mereka jika mereka tidak mahu menerima dakwahnya dan mendengar
nasihatnya, yang diberikannya secara
ikhlas dan jujur sebagai seorang anggota
dari keluarga besar mereka dan yang
tidak mengharapkan atau menuntut upah
drp mereka atas usahanya itu. Ia hanya menyampaikan amanat Allah yang
ditugaskan kepadanya dan Allahlah yang
akan memberinya upah dan ganjaran
untuk usahanya memberi pimpinan dan
tuntutan kepada mereka. Allah Memberi
Mukjizat Kepada Nabi Saleh A.S. Nabi Saleh sedar bahawa tentangan
kaumnya yang menuntut bukti drpnya
berupa mukjizat itu adalah bertujuan
hendak menghilangkan pengaruhnya dan
mengikis habis kewibawaannya di mata
kaumnya terutama para pengikutnya bila ia gagal memenuhi tentangan dan
tuntutan mereka. Nabi Saleh membalas
tentangan mereka dengan menuntut janji
dengan mereka bila ia berhasil
mendatangkan mukjizat yang mereka
minta bahwa mereka akan meninggalkan agama dan persembahan
mereka dan akan mengikuti Nabi Saleh
dan beriman kepadanya.
Sesuai dengan permintaan dan petunjuk
pemuka-pemuka kaum Tsamud
berdoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat
untuk membuktikan kebenaran
risalahnya dan sekaligus mematahkan
perlawanan dan tentangan kaumnya
yang masih berkeras kepala itu. Ia
memohon dari Allah dengan kekuasaan- Nya menciptakan seekor unta betina
dikeluarkannya dari perut sebuah batu
karang besar yang terdpt di sisi sebuah
bukit yang mereka tunjuk. Maka sejurus
kemudian dengan izin Allah Yang Maha
Kuasa lagi Maha Pencipta terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluar
dari perutnya seekor unta betina.
Dengan menunjuk kepada binatang yang
baru keluar dari perut batu besar itu
berkatalah Nabi Saleh kepada mereka :”
Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah ia mencari
makanannya sendiri di atas bumi Allah ia
mempunyai giliran untuk mendptkan air
minum dan kamu mempunyai giliran
untuk mendptkan minum bagimu dan
bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya
bila kamu sampai mengganggu binatang
ini.” Kemudian berkeliaranlah unta di
ladang-
ladang memakan rumput sesuka hatinya
tanpa mendpt gangguan. Dan ketika giliran minumnya tiba pergilah unta itu ke
sebuah perigi yyang diberi nama perigi
unta dan minumlah sepuas hatinya. Dan
pada hari-hari giliran unta Nabi Saleh itu
datang minum tiada seekor binatang lain
berani menghampirinya, hal mana menimbulkan rasa
tidak senang pada pemilik-pemilik
binatang itu yang makin hari makin
merasakan bahwa adanya unta Nabi
Saleh di tengah-tengah mereka itu
merupakan gangguan laksana duri yang melintang di dalam kerongkong.
Dengan berhasilnya Nabi Saleh
mendtgkan mukjizat yang mereka tuntut
gagallah para pemuka kaum Tsamud
dalam usahanya untuk menjatuhkan
kehormatan dan menghilangkan pegaruh Nabi Saleh bahkan sebaliknya telah
menambah tebal kepercayaan para
pengikutnya dan menghilang banyak
keraguan dari kaumnya. Maka dihasutlah
oleh mereka pemilik-pemilik ternakan
yang merasa jengkel dan tidak senang dengan adanya unta Nabi Saleh yang
merajalela di ladang dan kebun-kebun
mereka serta ditakuti oleh binatang-
binatang peliharaannya. Unta Nabi Saleh
Dibunuh
Persekongkolan diadakan oleh orang- orang dari kaum Tsamud untuk mengatur
rancangan pembunuhan unta Nabi Saleh.
Dan selagi orang masih dibayangi oleh
rasa takut dari azab yang
diancam oleh Nabi Saleh bila untanya
diganggu di samping adanya dorongan keinginan yang kuat untuk melenyapkan
binatang itu dari atas bumi mereka,
muncullah tiba-tiba seorang janda
bangsawan yang kaya raya
menawarkan akan menyerah dirinya
kepada siapa yang dpt membunuh unta Saleh. Di samping janda itu ada seorang
wanita lain yang mempunyai beberapa
puteri cantik- cantik menawarkan akan
menghadiahkan salah seorang dari
puteri-puterinya kepada orang yang
berhasil membunuh unta itu. Dua macam hadiah yyang menggiurkan
dari kedua wanita itu di samping hasutan
para pemuka Tsamud mengundang dua
orang lelaki bernama Mushadda’ bin
Muharrij dan Gudar bin Salif berkemas-
kemas akan melakukan pembunuhan bagi meraih hadiah yang dijanjikan di
samping sanjungan dan pujian yang akan
diterimanya dari para kafir suku Tsamud
bila unta Nabi Saleh telah mati dibunuh.
Dengan bantuan tujuh orang lelaki lagi
bersembunyilah kumpulan itu di suatu tempat di mana biasanya di lalui oleh
unta dalam perjalanannya ke perigi
tempat ianya minum. Dan begitu unta-
unta yang tidak berdosa itu lalu
segeralah dipanah betisnya oleh
Musadda’ yang disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di
perutnya. Dengan perasaan megah dan
bangga pergilah para pembunuh unta itu
ke ibu kota menyampaikan berita
matinya unta Nabi Saleh yang mendpt
sambutan sorak-sorai dan teriakan gembira dari pihak musyrikin seakan-
akan mereka kembali dari medan perang
dengan membawa kemenangan yang
gilang gemilang. Berkata mereka kepada
Nabi Saleh:” Wahai Saleh! Untamu telah
amti dibunuh, cubalah datangkan akan apa yang engkau katakan dulu akan
ancamannya bila unta itu diganggu, jika
engkau betul-betul termasuk orang-
orang yang terlalu benar dalam kata-
katanya.”
Nabi Saleh menjawab :” Aku telah peringatkan kamu, bahwa Allah akan
menurunkan azab-Nya atas kamu jika
kamu mengganggu unta itu. Maka
dengan terbunuhnya unta itu maka
tunggulah engkau akan tibanya masa
azab yang Allah talah janjikan dan telah aku sampaikan kepada kamu.Kamu telah
menentang Allah dan terimalah kelak
akibat tentanganmu kepada- Nya.Janji
Allah tidak akan meleset .Kamu boleh
bersuka ria dan bersenang-senang
selama tiga hari ini kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada hari
keempat. Demikianlah kehendak Allah
dan taqdir- Nya yang tidak dpt ditunda
atau dihalang.” Ada kemungkinan
menurut sementara ahli tafsir bahwa
Allah melalui rasul-Nya Nabi Saleh memberi waktu tiga hari itu untuk
memberi kesempatan, kalau- kalau
mereka sedar akan dosanya dan
bertaubat minta ampun serta beriman
kepada Nabi Saleh kepada risalahnya.
Akan tetapi dalam kenyataannya tempoh tiga hari itu bahkan menjadi bahan
ejekan kepada Nabi Saleh yang
ditentangnya untuk mempercepat
datangnya azab itu dan tidak usah
ditangguhkan tiga hari lagi. Turunnya
Azab Allah Yang Dijanjikan Nabi Saleh memberitahu kaumnya
bahwa azab Allah yang akan menimpa di
atas mereka akan didahului dengan
tanda-tanda, iaitu pada hari pertama bila
mereka terbangun dari tidurnya akan
menemui wajah mereka menjadi kuning dan berubah menjadi merah pada hari
kedua dan hitam pada hari ketiga dan
pada hari keempat turunlah azab Allah
yang pedih. Mendebgar ancaman azab
yang diberitahukan oleh Nabi Saleh
kepada kaumnya kelompok sembilan orang ialah kelompok pembunuh unta
merancang pembunuhan atas diri Nabu
Saleh mendahului tibanya azab yang
diancamkan itu.Mereka mengadakan
pertemuan rahsia dan bersumpah
bersama akan melaksanakan rancangan pembunuhan itu di waktu malam, di saat
orang masih tidur nyenyak untuk
menghindari tuntutan balas darah oleh
keluarga Nabi Saleh, jika diketahui identiti
mereka sebagai pembunuhnya.
Rancangan mereka ini dirahsiakan sehingga tidak diketahui dan didengar
oleh siapa pun kecuali kesembilan orang
itu sendiri.
Ketika mereka datang ke tempat Nabi
Saleh bagi melaksanakan rancangan
jahatnya di malam yang gelap-gulita dan sunyi-senyap berjatuhanlah di atas
kepala mereka batu-batu besar yang
tidak diketahui dari arah mana
datangnya dan yang seketika
merebahkan mereka di atas tanah dalam
keadaan tidak bernyawa lagi. Demikianlah Allah telah melindingi rasul-
Nya dari perbuatan jahat hamba-hamba-
Nya yang kafir. Satu hari sebelum hari
turunnya azab yang telah ditentukan itu,
dengan izin Allah berangkatlah Nabi
Saleh bersama para mukminin pengikutnya menuju Ramlah, sebuah
tempat di Palestina, meninggalkan Hijir
dan penghuninya, kaum Tsamud habis
binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat
beriringan dengan gempa bumi yang
mengerikan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: