CINTAKU ABADI UNTUKMU

Published April 26, 2016 by ANA BUDI WINATA

Perpisahan itu Terasa Menyakitkan Kemana Perginya Cinta

“BIARLAH…mimpiku malam ini indah. Walaupun realiti hidupku suram dan gundah. Jika tidak ada cinta yang indah tak mungkin terjadi peristiwa hitam di dalam hubungan kita.

BIARLAH…segalanya yang dulu bermula dan kini harus berakhir. Karena aku sadar kita tiada lagi saling sefahaman, sejalan, setujuan dan sangat jauh dari rasa kasih dan sayang. Apalagi perhatian, kita juga bukan pasangan Suami Istri yang harmonis, mustahil kita akan bersatu. Tuhan tidak menjodohkan kita. Lalu kebencianku padamu juga tertumpah. Dan tak mungkin lagi aku sentuh nafasmu yang dulu kurasakan begitu hangat, menghiasi di seluruh relung qolbuku dan di setiap langkah kakiku. Selamat tinggal sayang….. semoga engkau mendapatkan yang terbaik untuk sandaran hidupmu dan sisa usiamu……”

Lautan mana yang tidak pernah bergelombang, bumi mana yang tidak pernah basah oleh tetesan air hujan. Dalam hubungan suami istri ada kalanya perselisihan, kesalah fahaman, saling berseberangan dalam pola pikir dan mempertahankan ego masing-masing ini lumrah. Sementara lidah terasa tergigit sakit dan keluh mereka tetap masih dalam satu ikatan yang namanya pernikahan/perkawinan, status mereka tetap berlogo “Suami Istri”

Pada kesempatan ini ijinkan penulis berbagi opini kepada para pembaca. Kritik dan saran serta masukan yang membangun sangat penulis nantikan.

========================================================================

Demikianlah penggalan kalimat PUISI karangan pemuda desa yang super konyol, lugu, namun diam-diam memiliki segudang keistimewaan yang tiada di miliki pemuda ataupun laki-laki lain. Menurut pikiran dan pendapatku…

Susah diterka dan ditebak arah jalan pikirannya. Tegas dalan setiap Ucapannya, Jujur pada setiap Janjinya, Penuh Tanggung Jawab pada setiap Kewajibannya.

Lembut dalam Nasehat, Merdu saat menjadi Imam dalam Sujudku MenghadapMu Yaa Rabb…hmmm, Beruntung rasanya hatiku menemukan CINTA SEJATINYA…..

Didalam Buku harian ini, ada Tawa, ada Tangis, ada Kerinduan dan selalu ingin membaca dan membukanya. Walaupun telah usang Buku Harian ini, namun CINTAKU tak akan usang di telan Waktu.

========================================================================

Kaulah IMAMku…Kaulah… Suami TERBAIK ANUGRAH ALLAH…

Percayalah Sayang…Yakinlah…Masih ada Wanita yang menyayangimu, Mencintaimu dan Merindukanmu sesudahku… 05 November 2015

https://penaannabudi2005.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: